10 Problem Besar Lingkungan di Indonesia

Jakarta, 5 Juni 2018-Sejak tahun 1972, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 5 Juni sebagai World Environment Day atau Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam dan planet Bumi. Pada hari ini, 5 Juni 2018, diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang ke-56. Namun dengan usia yang sudah melebihi setengah abad, Indonesia masih memiliki sejumlah PR mengenai persoalan lingkungan hidup. Persoalan ini menjadi sangat krusial karena menyangkut kualitas kehidupan di masa yang akan datang.

Hasil Survei dani Litbang KORAN SINDO pun menunjukkan bahwa Indonesia setidaknya memiliki 10 PR mengenai problem besar lingkungan. Berikut adalah penjelasannya:

1.Sampah
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia memproduksi sampah hingga 65 juta ton pada 2016. Jumlah ini naik 1 juta ton dari tahun sebelumnya.

2.Banjir
Selain tingginya curah hujan, banjir merupakan dampak yang dihasilkan dari berbagai permasalahan lingkungan lain seperti gunungan sampah, rusaknya hutan dan berubahnya fungsi sungai.

3.Sungai tercemar
Sungai Citarum adalah satu dari puluhan sungai di Indonesia yang tercemar berat. Pencemaran air sungai terjadi akibat ulah manusia yang membuang limbah atau sisa industri ke sungai.

4.Pemanasan global
Permasalahan lain yang juga menjadi persoalan lingkungan adalah pemanasan global, yakni proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan permukaan bumi. Banyak dampak yang ditimbulkan dari pemanasan global seperti rusaknya ekosistem mahluk hidup serta tenggelamnya pulau-pulau kecil karena naiknya permukaan air laut akibat mencairnya lapisan es di kutub.

5.Pencemaran udara
Data Korlantas Polri menyebutkan jumlah kendaraan yang terdaftar per 3 Januari 2017 mencapai 102.328.629 kendaraan. Kondisi ini menimbulkan munculnya masalah pencemaran udara.

6.Rusaknya ekosistem laut
Data Pusat Penelitian Oseanografi LIPI menunjukkan sekitar 35,15% terumbu karang di Indonesia dalam kondisi tidak baik, 25,06% dalam kondisi cukup, 23,4% dalam kondisi baik dan hanya 6,39% dalam kondisi sangat baik.

7.Sulitnya air bersih
Kesulitan air bersih banyak dialami oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Salah satu daerah yang cukup lama mengalami masalah ini adalah Papua. Distribusi sumber daya air (SDA) yang tidak merata menjadi salah satu penyebab masyarakat sulit mendapatkan air bersih.

8.Kerusakan hutan
Pembalakan liar atau illegal logging menjadi penyebab utama dari berkurangnya lahan hutan. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, total luas hutan di Indonesia saat ini mencapai 124 juta hektare. Namun, sejak 2010 sampai 2015, Indonesia kehilangan luas hutannya hingga 684.000 hektare per tahunnya.

9.Abrasi
Abrasi atau biasa juga disebut dengan erosi pantai dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Kerusakan garis pantai ini bisa disebabkan oleh gejala alami, namun manusia seringkali disebut sebagai penyebab utama terjadinya masalah ini.

10.Pencemaran tanah
Pencemaran tanah adalah kondisi di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Akibatnya tanah menjadi tidak lagi murni seperti sebelumnya. Dampak yang ditimbulkan dari permasalahan ini di antaranya mengurangi kesuburan tanah, rusaknya ekosistem mahluk hidup serta timbulnya wabah penyakit.

(Sumber: https://nasional.sindonews.com/read/1302781/15/10-problem-besar-lingkungan-di-indonesia-1525347778)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.