Menko Perekonomian Harap BI Tinjau Kembali Suku Bunga Acuan

Jakarta, 17 Mei 2018 – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap Bank Indonesia meninjau kembali suku bunga acuan 7 Days Repo Rate (7DRR) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini. Pasalnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah hingga menjauh dari posisi Rp14 ribu.

Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di posisi Rp14.094 per dolar AS atau melemah 0,52 persen dari angka Rp14.020 per dolar AS. Dengan demikian, maka depresiasi rupiah hingga hari ini sudah mencapai 4,07 persen dari posisi awal tahun, yaitu Rp13.542 per dolar AS.

Namun, untuk menahan agar nilai rupiah melemah lebih jauh, maka suku bunga acuan diharapkan bisa naik demi menahan arus modal keluar dari Indonesia. Apalagi, bank sentral AS The Fed sudah memberi sinyal untuk menaikkan suku bunga acuan Fed Rate lebih dari tiga kali di tahun ini.

Namun, terdapat dilema dalam menaikkan suku bunga acuan. Sebab, hal tersebut dapat mempengaruhi penyaluran kredit dan bisa menjadi disinsentif bagi konsumsi. Hal ini ujung-ujungnya bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Namun, Darmin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak akan terpengaruh banyak jika nanti BI menaikkan bunga acuannya. BI dinilai tak akan menaikkan suku bunganya terus-terusan demi menjaga pacu pertumbuhan ekonomi. (Sumber: CNN)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.