Omzet Bank Sampah Jakarta Barat Mencapai Miliaran Rupiah

Sumber: HalalLifeStyle.id

Jakarta, 11 Juni 2018-Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat sejak Agustus 2017 mengelola sebuah program yakni Bank Sampah. Bank sampah merupakan suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan menampung, memilah, serta menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah. Sampah yang disetorkan oleh nasabah sudah harus dipilah. Persyaratan ini mendorong masyarakat untuk memisahkan dan mengelompokkan sampah, yakni sampah organik, non organik, dan sampah lainnya.

Bank sampah di Jakarta Barat terdiri dari 1 bank induk di asrama Suku Dinas Kebersihan, Bambu Larangan, Cengkareng, dan 644 bank sampah unit yang tersebar di kelurahan serta RW. Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat bekerja sama dengan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), produsen air mineral ternama, serta 25 perusahaan yang menjadi pembeli sampah yang tersebar di Kalideres, Cengkareng dan Tangerang.

Sampah-sampah yang dijual di bank sampah memiliki harga yang cukup beragam, diantaranya adalah: ember warna (Rp 1.300), tutup galon (Rp 6.000), tutup botol (Rp 3.800), plastik bening (Rp 7.500), polybag (Rp 1.000), kardus (Rp 1.800), buku (Rp 1.000), besi (Rp 2.600), aki (Rp 13.000), botol beling (Rp 250), dan kabel (Rp 1.500). Berdasarkan Edy Mulyanto, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, sampai akhir Februari 2018, bank sampah dari unit 56 kelurahan sudah mencapai omzet tembus Rp 2 miliar.

Sumber: Kompas.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.