Pengaruh Debat Capres dan Cawapres dalam Pemilu terhadap Pemilih

Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan debat capres dan cawapres cukup krusial terutama sebagai bentuk persuasi terhadap publik yang baru memiliki pengetahuan sedikit terhadap kandidat.

Media dalam debat tersebut di satu sisi cenderung untuk mencari kandidat mana yang berpotensi untuk menang dan kalah. Namun publik ternyata memiliki persepsi yang berbeda. Masyarakat dalam kontestasi tersebut ingin melihat apakah satu kandidat benar-benar layak untuk menjadi presiden; atau apakah kandidat lainnya adalah pilihan yang tepat.

Menurut seorang ilmuwan politik dari University of Wisconsin-Milwaukee, Thomas Holbrook, debat putaran pertama adalah debat yang paling penting mengingat debat tersebut diselenggarakan pada saat pemilih masih memiliki sedikit gambaran dan informasi terhadap kandidat yang berkompetisi dan sebagian besar dari penonton debat merupakan pemilih yang masih belum menentukan pilihannya (undecided voters).

Selama hampir lima dekade lamanya, beberapa penelitian telah mengkonfirmasi bahwa kekuatan dari debat presidensial telah meningkatkan pengetahuan para pemilih. Debat paslon capres dan cawapres dari kubu yang berlawanan memberikan informasi langsung terhadap pemilih tidak melalui penyaringan media.

Berdasarkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center, sekitar dua pertiga pemilih dalam pilpres di Amerika Serikat pada tahun 2008 mengatakan bahwa debat capres membantu mereka untuk membuat keputusan kandidat mana yang akan mereka pilih. Debat capres dinilai lebih efektif untuk meyakinkan undecided voters dibandingkan dengan kampanye yang dilakukan melalui iklan.

Sumber:

Journalist’s Resource