Psikologi Elektabilitas: Kesan Sepintas

 

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Alexander Todorov, seorang psikolog dari Universitas Princeton, Amerika Serikat, penampilan fisik memiliki pengaruh cukup signifikan dalam sebuah pemilihan umum. Ini disebabkan karena masyarakat cenderung untuk menyimpulkan karakter atau sifat orang berdasarkan kesan pertama dari penampilan fisik, meskipun tidak pernah melakukan perbincangan sebelumnya. Ketika kita beranggapan bahwa kita telah membuat keputusan politik yang rasional, sesungguhnya kita hanya membuat keputusan yang berlandaskan dari impresi atau kesan dari wajah seseorang.

Alexander Todorov melakukan sebuah penelitian untuk membuktikan bagaimana penampilan fisik akan meninggalkan kesan pertama pada seseorang dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan, termasuk keputusan dalam bilik suara.

Di tahun 2003, Todorov memulai penelitian tersebut dengan menunjukkan foto dari kandida tlegislatif Amerika Serikat di tahun 2000, 2002, serta 2004 terhadap kurang lebih 1000 partisipan untuk menilai kompetensi tiap kandidat secara sepintas. Dengan menggunakan foto tersebut, Todorov berangkat dari pertanyaan apakah kandidat-kandidat yang ditampilkan kompeten atau tidak.

Penelitian tersebut kemudian membawa kesimpulan bahwa respon partisipan memprediksi hasil dari pemilihan umum tingkat tingkat akurasi lebih tinggi (73%) dibandingkan kemungkinan awal (66%). Todorov kemudian berargumen bahwa penilaian kompetensi tersebut dapat memprediksi hasil pemilihan umum di sebuah negara. Beberapa negara yang terbukti bahwa penilaian kompetensi dapat mempredikasi hasil pemilihan umum diantaranya adalah Denmark, Bulgaria, dan Amerika Serikat.

Todorov kemudian bersama seorang psikolog, Nikolaas Oosterfhof, membahas bawa dua karakter yang dilihat dari penampilan fisik dari kandidat adalah kepercayaan dan kekuatan. Penampilan fisik seorang kandidat yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi adalah kandidat dengan bentuk muka yang lembut, dagu yang bulat, dahi yang lebar. Sementara kandidat yang dipercayai memiliki kekuatan adalah kandidat dengan bentuk muka yang lebih kecil, dagu yang lebih menonjol, dan hidung yang lebih lebar.

Sumber:

Maria Konnikova, The New Yorker: On The Face of It, The Psychology of Electability, Nov 18, 2013.