KedaiKOPI & Katadata Insight Center (KIC): Debat Perdana Miskin Kebaruan

Telesurvei yang dilakukan KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) bekerjasama dengan Katadata Insight Center (KIC) sebelum dan sesudah debat menunjukkan bahwa kedua pasangan calon tidak menawarkan hal baru dalam debat isu hukum, HAM, korupsi dan terorisme yang berlangsung Kamis malam (17/01) lalu.

Saat ditanya apakah Joko Widodo menawarkan hal baru dalam isu hukum, HAM, korupsi dan terorisme? 61,3% menjawab tidak. Sedangkan 54,1% responden menilai Prabowo juga tidak menawarkan hal yang baru.

“Harapan pendidikan politik dengan memberikan kisi-kisi terhadap paslon ternyata tidak efektif dengan sedikitnya responden yang belajar hal baru dari debat perdana kemarin. KPU harus mempertimbangkan untuk tidak memberikan kisi-kisi pada debat selanjutnya karena ternyata tidak efektif mendidik pemilih seperti yang diharapkan,” jelas Kunto Adi Wibowo, Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI.

Telesurvei ini juga menunjukkan calon Wakil Presiden No.02 Sandiaga Uno dipersepsi mampu menjawab pertanyaan oleh 72,5% pemilih dibandingkan dengan calon Wakil Presiden No.01, Ma’ruf Amin yang dipersepsi mampu menjawab dengan baik oleh hanya 20,6% responden.

“Faktor Sandiaga ini memang lebih dominan dibandingkan Ma’ruf Amin, sayangnya dalam debat, Sandiaga hanya mendapat porsi sekitar 20% saja,” kata Kunto.

Sementara itu saat ditanya, siapakah Capres yang paling mampu menjawab pertanyaan, 55% responden menjawab Jokowi, 32,3% menjawab Prabowo Subianto sedangkan yang menilai keduanya sama bagusnya 11%, dan 1,2% menyatakan keduanya di bawah harapan.

Debat perdana ternyata dijadikan pertimbangan bagi mereka yang belum menentukan pilihan. “Kami bertanya kepada 463 responden kami sehari sebelum debat dan terdapat 25,2% yang belum menentukan pilihan. Setelah debat, kami hubungi kembali dan yang belum memutuskan tinggal 9,4%. Karena jarak antara survei pra dan pasca debat hanya dua hari, kami menyimpulkan bahwa efek debat dan komentar tentang debat di media konvensional dan media sosial yang menyebabkan perubahan sikap pemilih ini,” jelas Kunto.

Data ini didapat dalam telesurvei Rabu (17/01) hingga Jumat Siang (19/01). Data panel responden berjumlah 2499 orang yang didapatkan dengan teknik multistage random sampling dan telah diwawancara secara tatap muka pada tahun 2018. Dari 2499 responden hanya 463 responden atau 18,52% yang merespon telesurvei ini, dengan demikian perlu kehati-hatian dalam menginterpretasikan dan melakukan generalisasi dari hasil survei ini terkait bias non-respon yang tinggi.

Dari 463 responden yang merespon pada wawancara pra debat, 372 responden atau 80% mengatakan akan menonton debat. Namun setelah debat hanya 230 responden (49,7%) yang benar-benar menonton debat sedangkan sisanya tidak jadi menonton debat karena faktor-faktor seperti mati listrik, harus bekerja, atau tertidur. Survei pada 463 responden ini memiliki margin of error ±4,55% pada tingkat kepercayaan 95%.

Untuk laporan selengkapnya, silahkan unduh di sini.

 

Narahubung:
Direktur Eksekutif KedaiKOPI, Kunto A Wibowo (0821-1665-7021)