Survei KedaiKOPI: Hanya 1 dari 5 Pemudik yang Gunakan Mudikpedia Selama Lebaran 2026

Survei KedaiKOPI: Hanya 1 dari 5 Pemudik yang Gunakan Mudikpedia Selama Lebaran 2026

JAKARTA — Mudikpedia, platform informasi mudik yang diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, belum banyak dimanfaatkan oleh pemudik Lebaran 2026. Lembaga Survei KedaiKOPI mencatat, hanya 19,7 persen responden yang mengakses Mudikpedia selama periode mudik berlangsung.

Hasil itu disampaikan oleh Head of Research KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, dalam pemaparan survei tahunan KedaiKOPI terkait pelaksanaan mudik Lebaran, Senin (6/4/2026). Survei dilakukan pada 23–30 Maret 2026 terhadap 1.101 responden yang memenuhi kriteria sebagai pemudik Lebaran 2026.

Ashma menyebut, rendahnya penggunaan Mudikpedia bukan semata karena pemudik tidak butuh informasi perjalanan, melainkan karena mereka merasa kebutuhan itu sudah terpenuhi oleh aplikasi lain.

“Bagi yang tidak menggunakan, sebenarnya lebih kepada mereka merasa ada aplikasi lain yang bisa mensubstitusi kebutuhan yang mereka butuhkan di Mudikpedia. Jadi mereka merasa sudah cukup menggunakan Google Maps atau Waze, atau mereka merasa tidak membutuhkannya atau justru menggunakan media sosial,” kata Ashma.

Temuan ini muncul di tengah kondisi cuaca ekstrem yang turut mewarnai perjalanan mudik tahun ini. Ashma mencatat, efek yang paling dirasakan pemudik akibat cuaca ekstrem adalah jalanan yang banyak berlubang atau lebih licin, yang pada gilirannya ikut memperparah kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan.

Adapun bagi pemudik yang memilih menggunakan Mudikpedia, mayoritas mengaksesnya untuk satu tujuan spesifik.

“Bagi yang menggunakan Mudikpedia, itu memang mayoritas untuk mengecek peta kemacetan, yaitu 69,1 persen atau untuk mengupdate informasi terkini soal mudik,” ujar Ashma.

Rendahnya penetrasi Mudikpedia ini sejalan dengan temuan lain dalam survei yang sama, di mana 53 persen responden menyatakan bahwa manajemen lalu lintas beserta akses informasi secara real-time menjadi salah satu prioritas utama yang perlu diperbaiki pemerintah untuk penyelenggaraan mudik ke depan.

Artinya, kebutuhan akan informasi perjalanan yang cepat dan akurat tetap tinggihanya saja pemudik lebih memilih platform yang sudah lebih dulu mereka kenal.

“Lalu 53 persen masyarakat berharap manajemen lalu lintasnya bisa lebih diperbaiki dan mereka bisa lebih menerima informasi real time,” ujar Ashma.(*)

Tayangan YouTube: Launching Survei Lebaran 2026: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Layanan Mudik

Transkrip Tayangan

Facebook
WhatsApp
X
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *