Pos

Acuan Moral yang Mempengaruhi Cara Pemilih Memberikan Suara

Jonathan Haidt, seorang Profesor dari New York University melakukan sebuah penelitian mengenai nilai moral yang tertanam di pikiran masyarakat. Moral pada dasarnya telah terkonstruksi sejak seorang individu itu lahir, dan dibentuk oleh faktor lingkungan dan budaya. Menurut Haidt, setidaknya terdapat lima nilai moral yang ada di pikiran masyarakat, yakni diantaranya adalah:

1.Care – harm: kebaikan, kelembutan, pemeliharaan
2.Fairness – cheating: keadilan, hak, dan otonomi
3.Loyalty – betrayal: patriotisme dan pengorbanan terhadap kelompok
4.Authority – subversion: kepemimpinan, termasuk menghormati otoritas yang sah dan tradisi
5.Sanctity – degradation: gagasan-gagasan keagamaan atau religiusitas.

Lima nilai moral ini kemudian yang membentuk persepsi individu dalam memberikan suara di pemilihan umum. Setiap individu memiliki prioritas yang berbeda terhadap kelima nilai moral tersebut. Ini yang kemudian menjadikan pilihan atau suara individu di pemilihan umum berbeda-beda.

Penelitian ini dilakukan tidak hanya di Amerika Serikat, namun juga dilakukan di beberapa negara lainnya yakni Kanada, Inggris, Eropa Barat, Eropa Timur, Australia, Amerika Latin, Asia Timur, serta Asia Selatan. Di beberapa negara tersebut, ditemukan pola yang sama mengenai prioritas nilai moral di masyarakat.

Temuan dari penelitian ini adalah setidaknya terdapat dua pola arus ideologi yang sama di masyarakat dalam hal memberikan prioritas terhadap lima nilai moral di atas yakni liberal dan konservatif. Kelompok liberal cenderung untuk memberikan perhatian atau prioritas lebih terhadap nilai moral care – harm dan fairness – cheating. Ini disebabkan karena kelompok liberal menolak dan melawan ketidaksetaraan serta eksploitasi. Sedangkan untuk kelompok konservatif, lebih memprioritaskan nilai moral loyalty – betrayal, authority – subversion, serta sanctity – degradation. Realisasi dari ketiga nilai moral tersebut adalah menjadi anggota yang baik dalam sebuah kelompok serta menjadi pendukung bagi tatanan sosial dan tradisi yang telah melekat di masyarakat.

Masyarakat kemudian akan memilih kandidat di dalam pemilihan umum yang dinilai atau dipersepsi sesuai dengan moral yang dianut.

Sumber:
The Guardian