Prabowo Batal Nyapres, Figur Ini Jadi Penantang Utama Jokowi

Kemungkinan Joko Widodo dengan Prabowo Subianto kembali head to head di Pilpres 2019 masih tinggi.

 

Ketua umum Partai Gerindra itu masih dianggap rival kuat Jokowi. Namun andaikata Prabowo tidak menyalonkan diri, siapa penantang Jokowi yang potensial?

Nama mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo muncul sebagai penantang utama dalam hasil survei teranyar Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) dengan perolehan 18,3 persen.

Selanjutnya di posisi kedua ditempati putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono meraup 14,3 persen, Amien Rais (11 persen), Anies Baswedan (8 persen), Rizal Ramli (4,1 persen).

“Nama lainnya seperti Hary Tanoesoedibjo, Jusuf Kalla, Tri Rismaharini, SBY, dan Agum Gumelar,” tutur peneliti KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo melalui rilis pers yang diterima redaksi, siang ini (Rabu, 11/7).

Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berada di posisi teratas berdasarkan kesetujuan responden dari pertanyaan tokoh perempuan yang paling berpeluang menjadi peserta Pilpres 2019

“Susi didukung oleh 32,9 persen responden, lalu secara berturut-turut Tri Rismaharini, Sri Mulyani, dan Megawati,” kata Kunto.

Survei ini dilakukan di 10 provinsi dengan jumlah pemilih terbesar yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Selatan dan Riau.

Jumlah responden 1148 orang dengan margin of error 2,89 persen pada interval kepercayaan 95 persen. 

TGB Puncaki Cawapres Ideal Dari Santri, Latar TNI Dipegang Gatot

Hasil survei teranyar dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) menempatkan Tuan Guru Bajang (TGB) di posisi teratas cawapres dari kalangan santri.

 

TGB memperoleh 34,1 persen dukungan publik, diikuti Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, M. Romahurmuziy (27 persen), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar (22,9 persen), eks ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD (7 Persen), Dien Syamsuddin (6,1 persen), dan Said Aqil Siroj (2,9 persen).

“Tokoh-tokoh ini dipersepsi sebagai santri yang mampu menduduki jabatan wakil presiden, terutama untuk Pak Jokowi,” peneliti KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo, menambahkan.

Namun untuk urusan ketegasan, lanjut Kunto, asosiasi publik akan sangat lekat dengan mereka yang berlatar belakang TNI/Polri.

Dari hasil survei diperoleh nama-nama yang berlatar belakang TNI/Polri yang dipandang pantas mendampingi calon presiden. Gatot Nurmantyo (43,2 persen) memuncaki daftar tersebut, disusul dengan Agum Gumelar (30,7 persen), Tito Karnavian (15,2 persen), Moeldoko (8,7 persen), dan Budi Gunawan (2,2 persen).

“Nama Pak Agum Gumelar memang agak mengejutkan karena beliau sudah lama tidak muncul dalam pemberitaan nasional. Namun Pak Agum memiliki tabungan popularitas serta teruji dalam lanskap politik Indonesia,” kata Kunto menjelaskan hasil survei KedaiKOPI.

Publik menganggap calon wakil presiden merupakan pertimbangan penting dalam memilih presiden. “53,3 persen responden menyatakan faktor calon wakil presiden menentukan pilihan mereka,” imbuh Kunto.

Untuk kriteria cawapres, secara umum publik menghendaki wakil presiden yang berlatar belakang pegiat anti korupsi (90,2 persen), akademisi (86,1 persen), militer (83 persen), ulama atau santri (80,8 persen), pemimpin daerah (79,4 persen), aparat penegak hukum (79,1 pesen), birokrat (76,7 persen), pengusaha (72,6 persen), dan petinggi partai politik (61,4 persen).

“Dari hasil survei terbaru kami, isu korupsi masih menjadi 4 besar masalah utama di Indonesia setelah ekonomi, pengangguran, dan terorisme. Ditambah dengan persepsi publik terhadap pencalonan eks narapidana kasus korupsi yang tidak disetujui oleh 90,7 persen pemilih,” urai Kunto seraya memberikan analisisnya terhadap data hasil survei.

Survei ini dilakukan di 10 provinsi dengan jumlah pemilih terbesar yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Selatan dan Riau.

Jumlah responden 1148 orang dengan Margin of Error 2,89 persen pada interval kepercayaan 95 persen.

Cawapres dari Kalangan Santri Dinilai Tepat Dampingi Jokowi

Jakarta – Peneliti Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Kunto Adi Wibowo menyebut, masyarakat memilih presiden dan wakilnya lebih karena alasan karakter. Hal ini didapatkan dari 49,8% responden survei yang dilakukan oleh lembaga tersebut.

Jokowi Widodo (Jokowi) dinilai sebagai pribadi yang santun, merakyat, dan humoris. Sedangkan Prabowo Subianto dikenal sebagai sosok yang berpengetahuan luas, tegas, dan mengobarkan semangat.

“Namun keduanya dinilai rendah pada aspek religiusitas,” ungkap Kunto seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (11/7/2018).

Kunto kemudian menyarankan agar Jokowi memilih cawapres yang mewakili sosok religius, yaitu yang berasal dari kalangan santri.

“Jadi bila Pak Jokowi memandang perlunya figur santri sebagai cawapres memang tepat, sebab itulah yang dibutuhkan Jokowi,” tambah Kunto.

Survei KedaiKOPI juga mengungkap nama-nama cawapres dari kalangan santri beserta persentase suaranya. Dari survei tersebut muncul nama TGB Zainul Majdi (34,1%), diikuti oleh Romahurmuziy (27%), Muhaimin Iskandar (22,9%), Mohammad Mahfud MD (7%), Dien Syamsudin (6,1%), dan Said Aqil Siroj (2,9%).

“Tokoh-tokoh ini dipersepsi sebagai santri yang mampu menduduki jabatan wakil presiden terutama untuk Pak Jokowi,” kata Kunto.

Kunto juga menyarankan agar Jokowi benar-benar selektif memilih cawapresnya. Karena publik juga menganggap cawapres merupakan pertimbangan penting dalam memilih presiden.
“53,3% responden menyatakan faktor calon wakil presiden menentukan pilihan mereka,” imbuh Kunto.

Untuk kriteria cawapres secara umum, survei KedaiKOPI menunjukan bahwa publik menghendaki wakil presiden yang berlatar belakang pegiat anti korupsi (90,2%), akademisi (86,1%), militer (83%), ulama atau santri (80,8%), pemimpin daerah (79,4%), aparat penegak hukum (79,1%), birokrat (76,7%), pengusaha, (72,6%), dan petinggi partai politik (61,4%).

Sumber: Detikcom

Survei: Elektabilitas Jokowi Masih Dominan, RR Di Atas SBY

 

“Jika pemilihan presiden dilakukan hari ini, siapa yang Anda akan pilih sebagai presiden?

Pertanyaan terbuka yang diajukan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) dalam survei teranyarnya ini menempatkan Jokowi (47,8 persen) di urutan pertama disusul Prabowo Subianto (24,4 persen), Gatot Nurmantyo (2,6 persen), Anies Baswedan (1,8 persen), Rizal Ramli (1,4 persen), dan Susilo Bambang Yudhoyono (0,4 persen).

“Elektabilitas Pak Jokowi masih dominan dibandingkan tokoh nasional lainnya, apalagi didukung dengan kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi yang berada di angka 68 persen,” kata peneliti KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo melalui rilis pers yang diterima redaksi, siang ini (Rabu, 11/7).

Kunto menambahkan bahwa peluang tokoh nasional lainnya masih terbuka untuk menantang petahana Jokowi di Pilpres 2019. Sebab, menurut hasil survei teranyar KedaiKOPI baru 39,1 persen pemilih yang sudah menentukan pilihan mereka, sedangkan 26,9 persen akan menentukan pilihan pada waktu kampanye Pilpres, dan 32,9 pesen pada hari tenang atau ketika di bilik suara.

Survei ini dilakukan di 10 provinsi dengan jumlah pemilih terbesar yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Selatan dan Riau.

Jumlah responden 1148 orang dengan Margin of Error 2,89 persen pada interval kepercayaan 95 persen. [wid]